-->

Pengertian Dan Strategi Berjualan Dengan istilah Produk Decoy

OLAHAN INTERNET.Apakah kamu pernah Mendengar Sebuah Produk yang Sengaja Diciptakan Biar Tidak Laku??

Di Topik Tulisan Artikel kali ini, aku mau cerita tentang salah satu Pengertian Dan Strategi Berjualan Dengan istilah Produk Decoy dimana, penjualan yang kesannya itu sangat terlihat Aneh dan Tidak masuk akal tapi buktinya bisa ampuh buat mempengaruhi konsumen saat mengambil keputusan berbelanja.

OLAHAN INTERNET.Apakah kamu pernah Mendengar Sebuah Produk yang Sengaja Diciptakan Biar Tidak Laku??    Di Topik Tulisan Artikel kali ini, aku mau cerita tentang salah satu Pengertian Dan Strategi Berjualan Dengan istilah Produk Decoy dimana, penjualan yang kesannya itu sangat nyeleneh dan Tidak masuk akal tapi buktinya bisa ampuh buat mempengaruhi konsumen saat mengambil keputusan berbelanja.     Gambar ilustrasi   Hal paling uniknya lagi, strategi berjualan ini sangat seringkali tidak disadari sama konsumen atau masyarakat pada Umumnya.    Bagaimana Strategi Penjualan Tersebut?    Strateginya adalah dengan membuat suatu produk yang sengaja dibuat supaya tidak laku.    Lho, kok bisa begitu ya?  Memang ada ya produk yang dibikin supaya nggak laku?    Kalau bikin produk, harusnya semua Orang atau badan pengusaha ingin produknya laku dong?    Jawabannya adalah ADA    Produk ini adalah seringkali dikenal dengan istilah PRODUK DECOY Ada juga yang menyebutnya decoy effect, decoy pricing, attraction effect, dan beberapa istilah lain.    Produk decoy itu seperti apa sih?    Nah, sebelum aku lanjut bahas,Kamu bisa Berlangganan Artikel gratis dari blog ini setiap hari melalui Email di bawah Halaman ini.Karena di halaman Blog ini, kami bakalan rutin terus membagikan konten-konten menarik berupa artikel yang membahas seputar dunia keuangan,Bisnis,saham,ekonomi, dan investasi yang pastinya bermanfaat buat kamu.    Oke, sekarang kita balik lagi ke produk decoy  Misalnya, jika ibaratnya kamu mau beli kentang goreng di sebuah kafe Disana Ada dua pilihan ukuran buat kentang goreng yaitu Ada ukuran kecil dan ukuran besar.    Yang ukuran kecil harganya Rp15.000, dan yang ukuran besar harganya Rp25.000    Kalau kebanyakan orang, atau mungkin kamu bakalan pilih produk yang kecil saja  Karena harga kentang goreng ukuran besar tersebut kemahalan.Sementara nih, dari sudut pandang pedagang atau penjual,mereka itu gemas karena konsumen yang datang setiap saat belinya ukuran kecil terus.    Padahal sebagai pedagang, pasti mereka itu ingin margin atau keuntungan per konsumennya tersebut naik dan Jangan sampai semua konsumen itu beli produk yang murah terus.    Gimana cara penjual tersebut menaikkan keuntungan per konsumen?    Salah satu caranya adalah dengan menambah satu produk baru yang sengaja dibikin supaya tidak laku yaitu kentang goreng ukuran sedang dengan harga Rp23.000       Contoh Produk Decoy  Nah, dengan adanya tiga pilihan ini  kentang goreng ukuran sedang itu jadi produk yang seolah-olah tidak penting    Pikiran kita pastinya Harganya kok nanggung banget sih?    Daripada beli ukuran sedang, mendingan sekalian beli yang besar saja!Lumayan kan jadi bisa buat dimakan rame-rame dan harganya juga cuma beda 2 ribu doang dibandingkan ukuran sedang.    Nah, itulah yang namanya DECOY EFFECT    Produk kentang goreng ukuran sedang itulah yang dinamain produk decoy.Produk ini sengaja dibikin seakan-akan harganya itu mahal dan tidak worth it.    Tujuan produk tersebut memang bukan buat dibeli banyak orang,tapi buat mengarahkan konsumen untuk beli produk utama mereka, yaitu kentang goreng ukuran besar.    Cuma dengan menambahkan satu produk yang memang sengaja dibikin supaya nggak laku,pemilik kafe tersebut berhasil bikin kentang goreng ukuran besar jadi lebih menarik.    Orang-orang yang sebelumnya nggak mikir panjang langsung pesan yang ukuran kecil  sekarang jadi mulai ragu.Pesan yang kecil atau yang besar sekalian aja ya?    Sekarang kita liat contoh yang lain    Misalnya,kita mau beli kopi di coffee shop  Ada dua pilihan untuk iced cappuccino    yaitu ukuran small harganya Rp15.000 dan ukuran medium harganya Rp25.000    Lagi-lagi nih, kebanyakan orang mungkin bakal pilih produk yang small aja    Nah, sekarang gimana kalau penjualnya menambahkan satu produk lagi yang sengaja dibikin supaya nggak laku...?   Contoh 2(Produk Decoy)   sebuah iced cappuccino ukuran large dengan harga Rp50.000  Wah, kok mahal banget sih?    Ya memang sengaja dibuat mahal, karena memang produk ini bukan dibuat untuk dibeli  tapi supaya jadi pembanding dan bikin calon pembeli itu melihat harga iced cappuccino yang ukuran medium tuh wajar dan tidak keliatan mahal lagi.    Orang-orang yang sebelumnya tanpa pikir panjang langsung pesan yang ukuran small  sekarang jadi mulai ragu,"pesan yang small atau yang medium ya?"Nah, kopi ukuran large itu adalah disebut produk decoy.    Produk ini tuh dibikin seakan-akan harganya mahal dan nggak worth it Tujuan keberadaan produk tersebut emang bukan buat dibeli banyak orang tapi buat ngarahin konsumen untuk beli produk utama mereka  yaitu kopi ukuran medium.    Strategi marketing ini sangat sering sekali dilakukan sejak puluhan tahun yang lalu  dan terbukti cara ini bisa menaikkan sales dengan signifikan.    Salah satu produk terkenal yang pake strategi ini adalah majalah tentang dunia ekonomi yang cukup terkenal namanya The Economist    Kalau di Indonesia, ini tuh ibaratnya seperti majalah Kontan atau Bisnis Indonesia.    Nah, majalah The Economist ini menawarkan tiga pilihan paket berlangganan  Opsi pertama, akses online ke economist.com seharga $59 per tahun    Opsi kedua, akses ke majalah cetak The Economist seharga $125 per tahun    Dan opsi yang ketiga, akses online dan ke majalah cetak The Economist seharga $125 per tahun    Kalau melihat dari opsi yang ada, kenapa ada dua harga yang sama tapi produknya beda?    Kalau bisa ambil opsi ke tiga, kenapa harus mengambil opsi kedua?  Aneh sekali bukan?    Pastinya orang memilih opsi ketiga karena memang itulah produk utamanya.Sementara opsi dua adalah produk decoy yang sengaja dicantumkan untuk mengacaukan pertimbangan calon pembeli.    Ada seorang ekonom, namanya tuh Dan Ariely, yang melakukan eksperimen dengan tiga harga tersebut.    Dia mencoba bertanya ke 100 mahasiswa di MIT terkait paket langganan yang mereka pilih Hasilnya nih, 16% itu milih opsi pertama dan 84% sisanya milih opsi ketiga    Yup, nggak ada satu pun yang milih opsi kedua.Terus, Dan Ariely juga melakukan eksperimen lagi.    Bagaimana kalau opsi duanya itu dihilangkan, cuma ada opsi satu dan opsi tiga?    Hasilnya, 68% milih opsi pertama, dan 32% milih opsi ketiga.Sekarang kita coba hitung penghasilannya.Dengan asumsi 100 pembeli  kalau pake produk decoy, total penjualan The Economist itu bisa mencapai $11.444    Sementara, tanpa produk decoy, total penjualannya itu cuma $8.012  Dari angka ini, bisa dibilang kalau produk decoy tuh berpotensi buat menaikkan pendapatan penjualan majalah The Economist sampai 42%    Menarik banget kan?    Ternyata cuma dengan menambah produk decoy yang sengaja dibuat untuk bikin konsumen beli produk utama bisa menaikkan total pendapatan secara signifikan    Tapi kenapa bisa begitu?    Kenapa para konsumen tersebut bisa termakan sama jebakan produk decoy?    Menurut Gerald Zaltman, seorang profesor di  Harvard Business School,pada dasarnya, orang beli barang itu seringkali tidak didasari sama pertimbangan rasional tapi didasari sama keputusan emosional yang bisa dipicu oleh perbandingan harga,    packaging yang bagus atau menarik, corak warna yang menarik, dan hal-hal pelengkap lainnya yang bukan merupakan esensi utama produk.    Nah, mungkin itu juga nih penyebab kenapa sih kita gampang terbujuk sama diskon,ikut-ikutan berburu flash sale,padahal, kita tidak butuh sama barangnya.    Nah, buat kamu yang lagi merintis usaha, jualan online, atau lagi berdagang barang tertentu mungkin bisa terinspirasi nih dan mencoba untuk mempraktekkan strategi jualan ini atau buat kamu yang biasa belanja online dan shopping ke mana-mana kamu bisa ceritakan, apa saja sih produk decoy yang biasa kamu lihat sehari-hari?    Sampai disini saya harap kamu sudah mengerti tentang Apa yang dimaksud Produk DECOY.
Gambar ilustrasi

Hal paling uniknya lagi, strategi berjualan ini sangat seringkali tidak disadari sama konsumen atau masyarakat pada Umumnya.

Bagaimana Cara Melakukan Strategi Penjualan Tersebut?
Strateginya adalah dengan membuat suatu produk yang sengaja dibuat supaya tidak laku.

Lho, kok bisa begitu ya?
Memang ada ya produk yang dibikin supaya nggak laku?

Kalau bikin produk, harusnya semua Orang atau badan pengusaha ingin produknya laku dong?

Jawabannya adalah ADA

Produk ini adalah seringkali dikenal dengan istilah PRODUK DECOY Ada juga yang menyebutnya decoy effect, decoy pricing, attraction effect, dan beberapa istilah lain.

Baca Juga : cara mendongkrak penjualan Online dengan fitur chat

Produk decoy itu seperti apa sih?

Nah, sebelum aku lanjut bahas,Kamu bisa Berlangganan Artikel gratis dari blog ini setiap hari melalui Email di bawah Halaman ini.Karena di halaman Blog ini, kami bakalan rutin terus membagikan konten-konten menarik berupa artikel yang membahas seputar dunia keuangan,Bisnis,saham,ekonomi, dan investasi yang pastinya bermanfaat buat kamu.

Oke, sekarang kita balik lagi ke produk decoy
Misalnya, jika ibaratnya kamu mau beli kentang goreng di sebuah kafe Disana Ada dua pilihan ukuran buat kentang goreng yaitu Ada ukuran kecil dan ukuran besar.

Yang ukuran kecil harganya Rp15.000, dan yang ukuran besar harganya Rp25.000

Kalau kebanyakan orang, atau mungkin kamu bakalan pilih produk yang kecil saja
Karena harga kentang goreng ukuran besar tersebut kemahalan.Sementara nih, dari sudut pandang pedagang atau penjual,mereka itu gemas karena konsumen yang datang setiap saat belinya ukuran kecil terus.

Baca Juga: Pengertian Dan Penjelasan P2p Lending(Peer to Peer Lending) Dan Cara Kerjanya

Padahal sebagai pedagang, pasti mereka itu ingin margin atau keuntungan per konsumennya tersebut naik dan Jangan sampai semua konsumen itu beli produk yang murah terus.

Gimana cara penjual tersebut menaikkan keuntungan per konsumen?

Salah satu caranya adalah dengan menambah satu produk baru yang sengaja dibikin supaya tidak laku yaitu kentang goreng ukuran sedang dengan harga Rp23.000

OLAHAN INTERNET.Apakah kamu pernah Mendengar Sebuah Produk yang Sengaja Diciptakan Biar Tidak Laku??    Di Topik Tulisan Artikel kali ini, aku mau cerita tentang salah satu Pengertian Dan Strategi Berjualan Dengan istilah Produk Decoy dimana, penjualan yang kesannya itu sangat nyeleneh dan Tidak masuk akal tapi buktinya bisa ampuh buat mempengaruhi konsumen saat mengambil keputusan berbelanja.     Gambar ilustrasi   Hal paling uniknya lagi, strategi berjualan ini sangat seringkali tidak disadari sama konsumen atau masyarakat pada Umumnya.    Bagaimana Strategi Penjualan Tersebut?    Strateginya adalah dengan membuat suatu produk yang sengaja dibuat supaya tidak laku.    Lho, kok bisa begitu ya?  Memang ada ya produk yang dibikin supaya nggak laku?    Kalau bikin produk, harusnya semua Orang atau badan pengusaha ingin produknya laku dong?    Jawabannya adalah ADA    Produk ini adalah seringkali dikenal dengan istilah PRODUK DECOY Ada juga yang menyebutnya decoy effect, decoy pricing, attraction effect, dan beberapa istilah lain.    Produk decoy itu seperti apa sih?    Nah, sebelum aku lanjut bahas,Kamu bisa Berlangganan Artikel gratis dari blog ini setiap hari melalui Email di bawah Halaman ini.Karena di halaman Blog ini, kami bakalan rutin terus membagikan konten-konten menarik berupa artikel yang membahas seputar dunia keuangan,Bisnis,saham,ekonomi, dan investasi yang pastinya bermanfaat buat kamu.    Oke, sekarang kita balik lagi ke produk decoy  Misalnya, jika ibaratnya kamu mau beli kentang goreng di sebuah kafe Disana Ada dua pilihan ukuran buat kentang goreng yaitu Ada ukuran kecil dan ukuran besar.    Yang ukuran kecil harganya Rp15.000, dan yang ukuran besar harganya Rp25.000    Kalau kebanyakan orang, atau mungkin kamu bakalan pilih produk yang kecil saja  Karena harga kentang goreng ukuran besar tersebut kemahalan.Sementara nih, dari sudut pandang pedagang atau penjual,mereka itu gemas karena konsumen yang datang setiap saat belinya ukuran kecil terus.    Padahal sebagai pedagang, pasti mereka itu ingin margin atau keuntungan per konsumennya tersebut naik dan Jangan sampai semua konsumen itu beli produk yang murah terus.    Gimana cara penjual tersebut menaikkan keuntungan per konsumen?    Salah satu caranya adalah dengan menambah satu produk baru yang sengaja dibikin supaya tidak laku yaitu kentang goreng ukuran sedang dengan harga Rp23.000       Contoh Produk Decoy  Nah, dengan adanya tiga pilihan ini  kentang goreng ukuran sedang itu jadi produk yang seolah-olah tidak penting    Pikiran kita pastinya Harganya kok nanggung banget sih?    Daripada beli ukuran sedang, mendingan sekalian beli yang besar saja!Lumayan kan jadi bisa buat dimakan rame-rame dan harganya juga cuma beda 2 ribu doang dibandingkan ukuran sedang.    Nah, itulah yang namanya DECOY EFFECT    Produk kentang goreng ukuran sedang itulah yang dinamain produk decoy.Produk ini sengaja dibikin seakan-akan harganya itu mahal dan tidak worth it.    Tujuan produk tersebut memang bukan buat dibeli banyak orang,tapi buat mengarahkan konsumen untuk beli produk utama mereka, yaitu kentang goreng ukuran besar.    Cuma dengan menambahkan satu produk yang memang sengaja dibikin supaya nggak laku,pemilik kafe tersebut berhasil bikin kentang goreng ukuran besar jadi lebih menarik.    Orang-orang yang sebelumnya nggak mikir panjang langsung pesan yang ukuran kecil  sekarang jadi mulai ragu.Pesan yang kecil atau yang besar sekalian aja ya?    Sekarang kita liat contoh yang lain    Misalnya,kita mau beli kopi di coffee shop  Ada dua pilihan untuk iced cappuccino    yaitu ukuran small harganya Rp15.000 dan ukuran medium harganya Rp25.000    Lagi-lagi nih, kebanyakan orang mungkin bakal pilih produk yang small aja    Nah, sekarang gimana kalau penjualnya menambahkan satu produk lagi yang sengaja dibikin supaya nggak laku...?   Contoh 2(Produk Decoy)   sebuah iced cappuccino ukuran large dengan harga Rp50.000  Wah, kok mahal banget sih?    Ya memang sengaja dibuat mahal, karena memang produk ini bukan dibuat untuk dibeli  tapi supaya jadi pembanding dan bikin calon pembeli itu melihat harga iced cappuccino yang ukuran medium tuh wajar dan tidak keliatan mahal lagi.    Orang-orang yang sebelumnya tanpa pikir panjang langsung pesan yang ukuran small  sekarang jadi mulai ragu,"pesan yang small atau yang medium ya?"Nah, kopi ukuran large itu adalah disebut produk decoy.    Produk ini tuh dibikin seakan-akan harganya mahal dan nggak worth it Tujuan keberadaan produk tersebut emang bukan buat dibeli banyak orang tapi buat ngarahin konsumen untuk beli produk utama mereka  yaitu kopi ukuran medium.    Strategi marketing ini sangat sering sekali dilakukan sejak puluhan tahun yang lalu  dan terbukti cara ini bisa menaikkan sales dengan signifikan.    Salah satu produk terkenal yang pake strategi ini adalah majalah tentang dunia ekonomi yang cukup terkenal namanya The Economist    Kalau di Indonesia, ini tuh ibaratnya seperti majalah Kontan atau Bisnis Indonesia.    Nah, majalah The Economist ini menawarkan tiga pilihan paket berlangganan  Opsi pertama, akses online ke economist.com seharga $59 per tahun    Opsi kedua, akses ke majalah cetak The Economist seharga $125 per tahun    Dan opsi yang ketiga, akses online dan ke majalah cetak The Economist seharga $125 per tahun    Kalau melihat dari opsi yang ada, kenapa ada dua harga yang sama tapi produknya beda?    Kalau bisa ambil opsi ke tiga, kenapa harus mengambil opsi kedua?  Aneh sekali bukan?    Pastinya orang memilih opsi ketiga karena memang itulah produk utamanya.Sementara opsi dua adalah produk decoy yang sengaja dicantumkan untuk mengacaukan pertimbangan calon pembeli.    Ada seorang ekonom, namanya tuh Dan Ariely, yang melakukan eksperimen dengan tiga harga tersebut.    Dia mencoba bertanya ke 100 mahasiswa di MIT terkait paket langganan yang mereka pilih Hasilnya nih, 16% itu milih opsi pertama dan 84% sisanya milih opsi ketiga    Yup, nggak ada satu pun yang milih opsi kedua.Terus, Dan Ariely juga melakukan eksperimen lagi.    Bagaimana kalau opsi duanya itu dihilangkan, cuma ada opsi satu dan opsi tiga?    Hasilnya, 68% milih opsi pertama, dan 32% milih opsi ketiga.Sekarang kita coba hitung penghasilannya.Dengan asumsi 100 pembeli  kalau pake produk decoy, total penjualan The Economist itu bisa mencapai $11.444    Sementara, tanpa produk decoy, total penjualannya itu cuma $8.012  Dari angka ini, bisa dibilang kalau produk decoy tuh berpotensi buat menaikkan pendapatan penjualan majalah The Economist sampai 42%    Menarik banget kan?    Ternyata cuma dengan menambah produk decoy yang sengaja dibuat untuk bikin konsumen beli produk utama bisa menaikkan total pendapatan secara signifikan    Tapi kenapa bisa begitu?    Kenapa para konsumen tersebut bisa termakan sama jebakan produk decoy?    Menurut Gerald Zaltman, seorang profesor di  Harvard Business School,pada dasarnya, orang beli barang itu seringkali tidak didasari sama pertimbangan rasional tapi didasari sama keputusan emosional yang bisa dipicu oleh perbandingan harga,    packaging yang bagus atau menarik, corak warna yang menarik, dan hal-hal pelengkap lainnya yang bukan merupakan esensi utama produk.    Nah, mungkin itu juga nih penyebab kenapa sih kita gampang terbujuk sama diskon,ikut-ikutan berburu flash sale,padahal, kita tidak butuh sama barangnya.    Nah, buat kamu yang lagi merintis usaha, jualan online, atau lagi berdagang barang tertentu mungkin bisa terinspirasi nih dan mencoba untuk mempraktekkan strategi jualan ini atau buat kamu yang biasa belanja online dan shopping ke mana-mana kamu bisa ceritakan, apa saja sih produk decoy yang biasa kamu lihat sehari-hari?    Sampai disini saya harap kamu sudah mengerti tentang Apa yang dimaksud Produk DECOY.
Contoh Produk Decoy
Nah, dengan adanya tiga pilihan ini
kentang goreng ukuran sedang itu jadi produk yang seolah-olah tidak penting

Baca Juga: 11 Tips Meningkatkan Penjualan Pada Bisnis Makanan Modal Kecil Omset Besar

Pikiran kita pastinya Harganya kok nanggung banget sih?

Daripada beli ukuran sedang, mendingan sekalian beli yang besar saja!dan rasanya lebih untung jadi bisa buat dimakan dengar tema-teman atau siapa saja dan harganya juga cuma berbeda pada hitungan dua ribu saja dibandingkan ukuran sedang.itulah yang disebut namanya DECOY EFFECT.

Sedangakan Produk kentang goreng ukuran sedang itulah yang biasa dikenal dengan Nama produk decoy.Produk tersebut sengaja diciptakan seakan-akan harganya itu mahal dan tidak masuk akal.

Baca Juga: Cara Meningkatkan Maupun Mengembangkan Sebuah Brand Pada Produk dalam Bisnis Maupun Usaha

Tujuan produk tersebut memang bukan buat dibeli banyak orang,tapi buat mengarahkan konsumen untuk beli produk utama mereka, yaitu kentang goreng ukuran besar.

Cuma dengan menambahkan satu produk yang memang sengaja dibikin supaya nggak laku,pemilik kafe tersebut berhasil bikin kentang goreng ukuran besar jadi lebih menarik.

Orang-orang yang sebelumnya tidak berpikir panjang mungkin pasti akan langsung membeli yang ukuran kecil,dan sekarang akan menjadi mulai ragu.apakah Pesan yang kecil atau yang besar sekalian?

Baca Juga: Jenis Bisnis Yang Mudah Bangkrut Karena Dampak Krisis Ekonomi

Sekarang kita liat contoh yang lain

Misalnya,kita mau beli kopi di coffee shop
Ada dua pilihan untuk iced cappuccino

yaitu ukuran kecil harganya Rp15.000 dan ukuran sedang harganya Rp25.000

Mungkin pada Keadaan Ini Juga, kebanyakan orang mungkin bakal pilih produk yang kecil saja

Nah, sekarang bagaimana kalau penjualnya menambahkan satu produk lagi yang sengaja dibikin supaya tidak laku...?
OLAHAN INTERNET.Apakah kamu pernah Mendengar Sebuah Produk yang Sengaja Diciptakan Biar Tidak Laku??    Di Topik Tulisan Artikel kali ini, aku mau cerita tentang salah satu Pengertian Dan Strategi Berjualan Dengan istilah Produk Decoy dimana, penjualan yang kesannya itu sangat nyeleneh dan Tidak masuk akal tapi buktinya bisa ampuh buat mempengaruhi konsumen saat mengambil keputusan berbelanja.     Gambar ilustrasi   Hal paling uniknya lagi, strategi berjualan ini sangat seringkali tidak disadari sama konsumen atau masyarakat pada Umumnya.    Bagaimana Strategi Penjualan Tersebut?    Strateginya adalah dengan membuat suatu produk yang sengaja dibuat supaya tidak laku.    Lho, kok bisa begitu ya?  Memang ada ya produk yang dibikin supaya nggak laku?    Kalau bikin produk, harusnya semua Orang atau badan pengusaha ingin produknya laku dong?    Jawabannya adalah ADA    Produk ini adalah seringkali dikenal dengan istilah PRODUK DECOY Ada juga yang menyebutnya decoy effect, decoy pricing, attraction effect, dan beberapa istilah lain.    Produk decoy itu seperti apa sih?    Nah, sebelum aku lanjut bahas,Kamu bisa Berlangganan Artikel gratis dari blog ini setiap hari melalui Email di bawah Halaman ini.Karena di halaman Blog ini, kami bakalan rutin terus membagikan konten-konten menarik berupa artikel yang membahas seputar dunia keuangan,Bisnis,saham,ekonomi, dan investasi yang pastinya bermanfaat buat kamu.    Oke, sekarang kita balik lagi ke produk decoy  Misalnya, jika ibaratnya kamu mau beli kentang goreng di sebuah kafe Disana Ada dua pilihan ukuran buat kentang goreng yaitu Ada ukuran kecil dan ukuran besar.    Yang ukuran kecil harganya Rp15.000, dan yang ukuran besar harganya Rp25.000    Kalau kebanyakan orang, atau mungkin kamu bakalan pilih produk yang kecil saja  Karena harga kentang goreng ukuran besar tersebut kemahalan.Sementara nih, dari sudut pandang pedagang atau penjual,mereka itu gemas karena konsumen yang datang setiap saat belinya ukuran kecil terus.    Padahal sebagai pedagang, pasti mereka itu ingin margin atau keuntungan per konsumennya tersebut naik dan Jangan sampai semua konsumen itu beli produk yang murah terus.    Gimana cara penjual tersebut menaikkan keuntungan per konsumen?    Salah satu caranya adalah dengan menambah satu produk baru yang sengaja dibikin supaya tidak laku yaitu kentang goreng ukuran sedang dengan harga Rp23.000       Contoh Produk Decoy  Nah, dengan adanya tiga pilihan ini  kentang goreng ukuran sedang itu jadi produk yang seolah-olah tidak penting    Pikiran kita pastinya Harganya kok nanggung banget sih?    Daripada beli ukuran sedang, mendingan sekalian beli yang besar saja!Lumayan kan jadi bisa buat dimakan rame-rame dan harganya juga cuma beda 2 ribu doang dibandingkan ukuran sedang.    Nah, itulah yang namanya DECOY EFFECT    Produk kentang goreng ukuran sedang itulah yang dinamain produk decoy.Produk ini sengaja dibikin seakan-akan harganya itu mahal dan tidak worth it.    Tujuan produk tersebut memang bukan buat dibeli banyak orang,tapi buat mengarahkan konsumen untuk beli produk utama mereka, yaitu kentang goreng ukuran besar.    Cuma dengan menambahkan satu produk yang memang sengaja dibikin supaya nggak laku,pemilik kafe tersebut berhasil bikin kentang goreng ukuran besar jadi lebih menarik.    Orang-orang yang sebelumnya nggak mikir panjang langsung pesan yang ukuran kecil  sekarang jadi mulai ragu.Pesan yang kecil atau yang besar sekalian aja ya?    Sekarang kita liat contoh yang lain    Misalnya,kita mau beli kopi di coffee shop  Ada dua pilihan untuk iced cappuccino    yaitu ukuran small harganya Rp15.000 dan ukuran medium harganya Rp25.000    Lagi-lagi nih, kebanyakan orang mungkin bakal pilih produk yang small aja    Nah, sekarang gimana kalau penjualnya menambahkan satu produk lagi yang sengaja dibikin supaya nggak laku...?   Contoh 2(Produk Decoy)   sebuah iced cappuccino ukuran large dengan harga Rp50.000  Wah, kok mahal banget sih?    Ya memang sengaja dibuat mahal, karena memang produk ini bukan dibuat untuk dibeli  tapi supaya jadi pembanding dan bikin calon pembeli itu melihat harga iced cappuccino yang ukuran medium tuh wajar dan tidak keliatan mahal lagi.    Orang-orang yang sebelumnya tanpa pikir panjang langsung pesan yang ukuran small  sekarang jadi mulai ragu,"pesan yang small atau yang medium ya?"Nah, kopi ukuran large itu adalah disebut produk decoy.    Produk ini tuh dibikin seakan-akan harganya mahal dan nggak worth it Tujuan keberadaan produk tersebut emang bukan buat dibeli banyak orang tapi buat ngarahin konsumen untuk beli produk utama mereka  yaitu kopi ukuran medium.    Strategi marketing ini sangat sering sekali dilakukan sejak puluhan tahun yang lalu  dan terbukti cara ini bisa menaikkan sales dengan signifikan.    Salah satu produk terkenal yang pake strategi ini adalah majalah tentang dunia ekonomi yang cukup terkenal namanya The Economist    Kalau di Indonesia, ini tuh ibaratnya seperti majalah Kontan atau Bisnis Indonesia.    Nah, majalah The Economist ini menawarkan tiga pilihan paket berlangganan  Opsi pertama, akses online ke economist.com seharga $59 per tahun    Opsi kedua, akses ke majalah cetak The Economist seharga $125 per tahun    Dan opsi yang ketiga, akses online dan ke majalah cetak The Economist seharga $125 per tahun    Kalau melihat dari opsi yang ada, kenapa ada dua harga yang sama tapi produknya beda?    Kalau bisa ambil opsi ke tiga, kenapa harus mengambil opsi kedua?  Aneh sekali bukan?    Pastinya orang memilih opsi ketiga karena memang itulah produk utamanya.Sementara opsi dua adalah produk decoy yang sengaja dicantumkan untuk mengacaukan pertimbangan calon pembeli.    Ada seorang ekonom, namanya tuh Dan Ariely, yang melakukan eksperimen dengan tiga harga tersebut.    Dia mencoba bertanya ke 100 mahasiswa di MIT terkait paket langganan yang mereka pilih Hasilnya nih, 16% itu milih opsi pertama dan 84% sisanya milih opsi ketiga    Yup, nggak ada satu pun yang milih opsi kedua.Terus, Dan Ariely juga melakukan eksperimen lagi.    Bagaimana kalau opsi duanya itu dihilangkan, cuma ada opsi satu dan opsi tiga?    Hasilnya, 68% milih opsi pertama, dan 32% milih opsi ketiga.Sekarang kita coba hitung penghasilannya.Dengan asumsi 100 pembeli  kalau pake produk decoy, total penjualan The Economist itu bisa mencapai $11.444    Sementara, tanpa produk decoy, total penjualannya itu cuma $8.012  Dari angka ini, bisa dibilang kalau produk decoy tuh berpotensi buat menaikkan pendapatan penjualan majalah The Economist sampai 42%    Menarik banget kan?    Ternyata cuma dengan menambah produk decoy yang sengaja dibuat untuk bikin konsumen beli produk utama bisa menaikkan total pendapatan secara signifikan    Tapi kenapa bisa begitu?    Kenapa para konsumen tersebut bisa termakan sama jebakan produk decoy?    Menurut Gerald Zaltman, seorang profesor di  Harvard Business School,pada dasarnya, orang beli barang itu seringkali tidak didasari sama pertimbangan rasional tapi didasari sama keputusan emosional yang bisa dipicu oleh perbandingan harga,    packaging yang bagus atau menarik, corak warna yang menarik, dan hal-hal pelengkap lainnya yang bukan merupakan esensi utama produk.    Nah, mungkin itu juga nih penyebab kenapa sih kita gampang terbujuk sama diskon,ikut-ikutan berburu flash sale,padahal, kita tidak butuh sama barangnya.    Nah, buat kamu yang lagi merintis usaha, jualan online, atau lagi berdagang barang tertentu mungkin bisa terinspirasi nih dan mencoba untuk mempraktekkan strategi jualan ini atau buat kamu yang biasa belanja online dan shopping ke mana-mana kamu bisa ceritakan, apa saja sih produk decoy yang biasa kamu lihat sehari-hari?    Sampai disini saya harap kamu sudah mengerti tentang Apa yang dimaksud Produk DECOY.
Contoh 2(Produk Decoy)

sebuah iced cappuccino ukuran Besar dengan harga Rp50.000
Wah, kok mahal banget sih?

Ya memang sengaja dibuat mahal, karena memang produk ini bukan dibuat untuk dibeli
tapi supaya jadi pembanding dan bikin calon pembeli itu melihat harga iced cappuccino yang ukuran sedang itu wajar dan tidak keliatan mahal lagi.

Orang-orang yang sebelumnya tanpa pikir panjang langsung pesan yang ukuran kecil
sekarang jadi mulai ragu,"pesan yang kecil atau yang sedang ya?"Nah, kopi ukuran besar itu adalah disebut produk decoy.

Produk ini tuh dibikin seakan-akan harganya mahal dan tidak masuk akal. Tujuan keberadaan produk tersebut emang bukan buat dibeli banyak orang tapi buat mengarahkan konsumen untuk beli produk utama mereka yaitu kopi ukuran sedang.

Strategi marketing ini sangat sering sekali dilakukan sejak puluhan tahun yang lalu
dan terbukti cara ini bisa menaikkan sales dengan signifikan.

Salah satu produk terkenal yang pake strategi ini adalah majalah tentang dunia ekonomi yang cukup terkenal namanya The Economist

Kalau di Indonesia, ini tuh ibaratnya seperti majalah Kontan atau Bisnis Indonesia.

Nah, majalah The Economist ini menawarkan tiga pilihan paket berlangganan
Opsi pertama, akses online ke economist.com seharga $59 per tahun

Opsi kedua, akses ke majalah cetak The Economist seharga $125 per tahun

Dan opsi yang ketiga, akses online dan ke majalah cetak The Economist seharga $125 per tahun

Kalau melihat dari opsi yang ada, kenapa ada dua harga yang sama tapi produknya beda?

Kalau bisa ambil opsi ke tiga, kenapa harus mengambil opsi kedua?
Aneh sekali bukan?

Pastinya orang memilih opsi ketiga karena memang itulah produk utamanya.Sementara opsi dua adalah produk decoy yang sengaja dicantumkan untuk mengacaukan pertimbangan calon pembeli.

Ada seorang ekonom, namanya tuh Dan Ariely, yang melakukan eksperimen dengan tiga harga tersebut.

Dia mencoba bertanya ke 100 mahasiswa di MIT terkait paket langganan yang mereka pilih Hasilnya nih, 16% itu milih opsi pertama dan 84% sisanya milih opsi ketiga

Yup, nggak ada satu pun yang milih opsi kedua.Terus, Dan Ariely juga melakukan eksperimen lagi.

Bagaimana kalau opsi duanya itu dihilangkan, cuma ada opsi satu dan opsi tiga?

Hasilnya, 68% milih opsi pertama, dan 32% milih opsi ketiga.Sekarang kita coba hitung penghasilannya.Dengan asumsi 100 pembeli
kalau pake produk decoy, total penjualan The Economist itu bisa mencapai $11.444

Sementara, tanpa produk decoy, total penjualannya itu cuma $8.012
Dari angka ini, bisa dibilang kalau produk decoy tuh berpotensi buat menaikkan pendapatan penjualan majalah The Economist sampai 42%

Menarik banget kan?

Ternyata cuma dengan menambah produk decoy yang sengaja dibuat untuk bikin konsumen beli produk utama bisa menaikkan total pendapatan secara signifikan

Tapi kenapa bisa begitu?

Kenapa para konsumen tersebut bisa termakan sama jebakan produk decoy?

Menurut Gerald Zaltman, seorang profesor di
Harvard Business School,pada dasarnya, orang beli barang itu seringkali tidak didasari sama pertimbangan rasional tapi didasari sama keputusan emosional yang bisa dipicu oleh perbandingan harga,

packaging yang bagus atau menarik, corak warna yang menarik, dan hal-hal pelengkap lainnya yang bukan merupakan esensi utama produk.

Nah, mungkin itu juga nih penyebab kenapa sih kita gampang terbujuk sama diskon,ikut-ikutan berburu flash sale,padahal, kita tidak butuh sama barangnya.

Nah, buat kamu yang lagi merintis usaha, jualan online, atau lagi berdagang barang tertentu mungkin bisa terinspirasi nih dan mencoba untuk mempraktekkan strategi jualan ini atau buat kamu yang biasa belanja online dan shopping ke mana-mana kamu bisa ceritakan, apa saja sih produk decoy yang biasa kamu lihat sehari-hari?

Sampai disini saya harap kamu sudah mengerti tentang Apa yang dimaksud Produk DECOY.

Tag:produk decoy adalah

0 Response to "Pengertian Dan Strategi Berjualan Dengan istilah Produk Decoy"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel