Cara Meningkatkan Maupun Mengembangkan Sebuah Brand Pada Produk dalam Bisnis Maupun Usaha

 Branding(brand) Merek atau Nama adalah tanda yang dipakai oleh pengusaha pada barang yang dihasilkan sebagai Ciri Khas Itulah yang di sebut dengan Branding.Lalu bagaimana Caranya Meningkatkan Maupun Mengembangkan Sebuah Brand Pada Produk dalam Bisnis Maupun Usaha?   Selamat datang di Blog Olahan Internet.Di Tulisan Artikel kali ini, aku mau bahas kembali tentang dunia bisnis dan usaha yang mengacu Pada Peningkatan Pengetahuan kita terhadap kekuatan dari Brand.   Kalau kamu memperhatikan orang-orang yang bisnisnya fokus di jualan produk Biasanya, kebanyakan dari mereka berusaha menjual produknya dengan menawarkan berbagai macam alasan ke calon pembelinya.   Misalnya, seperti contoh baju yang bahannya bagus, makanan yang rasanya paling enak,sepatu yang paling nyaman dipake, atau obat yang paling berkhasiat,dengan bermacam-macam kandungan nutrisi yang disebutkan secara lengkap.   Tapi, coba lah kamu perhatikan, apakah mereka yang berusaha meyakinkan pembelinya jika produk mereka adalah yang terbaik,paling enak, paling manjur atau paling nyaman itu adalah produk-produk yang laku keras di pasaran?   Nah, sekarang aku mau coba ajak kamu dengarkan nasehat marketing dari Steve Jobs yaitu sang pendiri Apple, yang saat ini adalah salah satu perusahaan terbesar di dunia.   Kalo dipikir-pikir, bener juga ya kata-kata dari Steve Jobs Nike itu adalah perusahaan yang merajai pasar sepatu dan pakaian olahraga dengan nilai brand sebesar 36,8 miliar dolar.   Tapi kok rasanya kita jarang banget dengar nama Nike bilang kalo sepatu mereka itu yang paling nyaman paling empuk, dan materialnya paling kuat?   Nike justru terkenal dari kampanye branding mereka kayak Just Do It atau Find Your Greatness Dan dari kampanye itu, brand Nike berkembang sangat kuat dengan asosiasinya terhadap karakter-karakter yang positif kayak sporty, atletis, kerja keras, bahkan kesan trendy   Dengan kekuatan brand itu, Nike udah nggak perlu lagi bilang produknya yang paling berkualitas materialnya terbaik, atau spek-spek tertentu yang menjual.   karena pihak Nike tau, kalo sebagian besar konsumen tudak beli produk berdasarkan pemikiran yang rasional, melainkan lebih didasari sama keputusan emosional yang didorong sama asosiasi atau persepsi kita terhadap produk tersebut.   Kebanyakan orang yang beli sepatu Nike, karena brand Nike itu sangat kuat asosiasinya sama hal-hal yang mereka sukai bisa jadi karakter tertentu, atau bisa juga atlit yang mereka kagumin seperti LeBron James, Ronaldo, atau Serena Williams   Sekarang kita coba ambil contoh lain kayak Coca-Cola yang merajai pasar minuman bersoda selama lebih dari 100 tahun dengan nilai brand sebesar 59,2 miliar dolar.   Nah, mungkin tidak jarang juga kita denger jika minuman lain sering membuat Iklan dengan menyebutkan khasiat dan kandungannya seperti minuman beroksigen, mengandung bahan alami,ada kandungan vitaminnya, dan lain-lain.   Tapi kok rasanya kita nggak pernah denger iklan Coca-Cola yang bilang kalo minumannya paling enak dan paling menyegarkan?   Nah, untuk menjawab itu, ada satu kisah menarik dalam sejarah persaingan Coca-Cola melawan Pepsi Di tahun 1975, Pepsi ngadain kampanye blind test dengan minta orang-orang minum 2 cola tanpa merk dan milih mana yang lebih enak Hasilnya, lebih banyak orang yang milih Pepsi dibanding Coca-Cola   Melihat hasil itu, pihak manajemen Coca-Cola berusaha keras bikin formula baru yang lebih enak dibanding Pepsi   Berdasarkan hasil riset internal Coca-Cola terhadap 200 ribu orang responden mereka berhasil menemukan formula rasa baru yang terbukti secara blind test lebih enak daripada rasa original, dan juga lebih enak dari Pepsi.   Produk baru itu dinamakan dengan 'The New Coke'Hasilnya gimana? Ternyata, bukannya produknya makin laku, malah sebaliknya Banyak konsumen Coca-Cola yang protes keras dan minta Coca-Cola supaya mengembalikan rasa Coca-Cola yang original.   Protes itu bener-bener besar, bahkan kantor Coca-Cola sampe nerima ribuan telepon setiap hari yang berisi protes supaya Coca-Cola segera menghentikan produksi New Coke dan balik lagi ke rasa yang dulu   Lho, kok bisa gitu ya, padahal kan udah terbukti secara blind test kalau rasa New Coke itu lebih enak dibanding Coca-Cola yang original?   seorang peneliti neuromarketing bernama Dr. Terry Wu pernah bilang konsumen beli Coca-Cola bukan karena rasanya tapi karena hubungan emosional konsumen dengan dengan brand-nya.   Brand Coca-Cola yang udah beredar selama lebih dari 100 tahun ternyata udah melekat sangat erat di dalam memori para konsumennya.   Brand Coca-Cola itu tidak sebatas pada rasa di lidah doang tapi juga pada pengalaman emosional yang terbangun di dalam memori banyak orang selama puluhan tahun.   Di mana lagi-lagi, ada asosiasi yang melekat pada brand Coca-Cola seperti rasa kebersamaan, keceriaan, dan kesegaran   Nah, mungkin beberapa kisah ini yang menginspirasi Steve Jobs dalam merintis Apple sebagai salah satu perusahaan terbesar di dunia saat ini.   Makanya di era Steve Jobs, Apple yang notabene perusahaan teknologi justru relatif jarang menampilkan iklan yang mengupas keunggulan spek atau perbandingan kualitas dengan para pesaingnya   Apple itu justru lebih fokus pada branding Sehingga saat ini Apple lebih sering diasosiasiin sebagai bagian dari lifestyle yang elegan, stylish, dan teknologi terbaru yang inovatif.   Marty Neumeier, seorang expert di bidang brand pernah bilang seperti ini:   Brand adalah sebuah hasil itu adalah "pengalaman emosional" konsumen terhadap produk, jasa, atau perusahaan itu bersemayam di dalam pikiran dan hati mereka.   mereka (konsumen) mencerna informasi apapun yang kamu berikan kepada mereka dan mereka (konsumen) menyimpulkan sesuatu. mereka membuat dan merumuskan itu (brand)   jadi ketika kamu membuat sebuah brand, kamu sebetulnya tidak hanya menciptakan 1 brand   kamu menciptakan "jutaan" (banyak) brand, tergantung berapa banyak konsumen atau audiens kamu.setiap (konsumen) memiliki persepsi brand yang berbeda-beda tentang kamu.   Perasaan emosional yang terbangun ketika aku berpikir tentang brand KFC.aku bakal ngebayangin kriuk,renyahnya kulit ayam goreng.   Kalo aku lagi mikirin brand Indomie aku membayangkan gurih bumbunya, dan kehangatan mi kuah dengan telor.Itulah yang dimaksud Marty Neumeier sebagai 'gut feeling' atau pengalaman emosional   Sekarang, buat kamu yang lagi merintis usaha, bangun bisnis,atau mungkin lagi produk UMKM mungkin berpikir"Ah, itu kan cuma berlaku buat brand besar doang, buat usaha kecil sih yang penting fokus jualan aja"   Sebetulnya, semua produk atau brand itu pasti dimulai dari kecil dulu Mungkin banyak di antara kamu yang tidak tau kalau brand tas outdoor kayak Eiger itu adalah brand lokal buatan Indonesia.   yang dimulai dari home industry kecil-kecilan dan cuma bermodalkan 2 mesin jahit di Bandung,tahun 1979 oleh Pak Ronny Lukito Begitu juga dengan brand-brand lokal Indonesia lain kayak baju Joger yang nyeleneh dari Bali.   donat J.Co dengan banyak varian rasa atau kripik pedas Maicih yang mempopulerkan level pedas dari 0 sampai 10 Nah, buat kamu yang saat ini mungkin lagi mengembangkan brand buatlah asosiasi kuat pada produk kamu Sampaikan itu pada desain,copywriting, corak warna, bentuk teks, cara komunikasi, packaging, dll.   Sampe itu bisa melekat kuat pada pengalaman emosional para konsumen kamu, itulah Hal penting yang harus kamu perhatikan tentang kekuatan dari sebuah brand,serta Meningkatkan Maupun Mengembangkan  Sebuah Brand Pada Produk dalam Bisnis Maupun Usaha   Semoga Artikel ini bisa bermanfaat buat kamu,khususnya buat kamu yang punya Bisnis atau usaha sendiri.
Branding(brand)
Merek atau Nama adalah tanda yang dipakai oleh pengusaha pada barang yang dihasilkan sebagai Ciri Khas Itulah yang di sebut dengan Branding.Lalu bagaimana Caranya Meningkatkan Maupun Mengembangkan Sebuah Brand Pada Produk dalam Bisnis Maupun Usaha?

Selamat datang di Blog Olahan Internet.Di Tulisan Artikel kali ini, aku mau bahas kembali tentang dunia bisnis dan usaha yang mengacu Pada Peningkatan Pengetahuan kita terhadap kekuatan dari Brand.

Kalau kamu memperhatikan orang-orang yang bisnisnya fokus di jualan produk Biasanya, kebanyakan dari mereka berusaha menjual produknya dengan menawarkan berbagai macam alasan ke calon pembelinya.

Misalnya, seperti contoh baju yang bahannya bagus, makanan yang rasanya paling enak,sepatu yang paling nyaman dipake, atau obat yang paling berkhasiat,dengan bermacam-macam kandungan nutrisi yang disebutkan secara lengkap.

Tapi, coba lah kamu perhatikan, apakah mereka yang berusaha meyakinkan pembelinya jika produk mereka adalah yang terbaik,paling enak, paling manjur atau paling nyaman itu adalah produk-produk yang laku keras di pasaran?

Nah, sekarang aku mau coba ajak kamu dengarkan nasehat marketing dari Steve Jobs yaitu sang pendiri Apple, yang saat ini adalah salah satu perusahaan terbesar di dunia.

Kalo dipikir-pikir, bener juga ya kata-kata dari Steve Jobs Nike itu adalah perusahaan yang merajai pasar sepatu dan pakaian olahraga
dengan nilai brand sebesar 36,8 miliar dolar.

Tapi kok rasanya kita jarang banget dengar nama Nike bilang kalo sepatu mereka itu yang paling nyaman paling empuk, dan materialnya paling kuat?

Nike justru terkenal dari kampanye branding
mereka kayak Just Do It atau Find Your Greatness Dan dari kampanye itu, brand Nike
berkembang sangat kuat dengan asosiasinya terhadap karakter-karakter yang positif kayak sporty, atletis, kerja keras,
bahkan kesan trendy

Dengan kekuatan brand itu, Nike udah nggak perlu lagi bilang produknya yang paling berkualitas materialnya terbaik, atau spek-spek tertentu yang menjual.

karena pihak Nike tau, kalo sebagian besar
konsumen tudak beli produk berdasarkan pemikiran yang rasional, melainkan lebih didasari sama keputusan emosional
yang didorong sama asosiasi atau persepsi kita terhadap produk tersebut.

Kebanyakan orang yang beli sepatu Nike, karena brand Nike itu sangat kuat asosiasinya sama hal-hal yang mereka sukai
bisa jadi karakter tertentu, atau bisa juga
atlit yang mereka kagumin seperti LeBron James, Ronaldo, atau Serena Williams

Sekarang kita coba ambil contoh lain
kayak Coca-Cola yang merajai pasar minuman bersoda selama lebih dari 100 tahun dengan nilai brand sebesar 59,2 miliar dolar.

Nah, mungkin tidak jarang juga kita denger jika minuman lain sering membuat Iklan dengan menyebutkan khasiat dan kandungannya seperti minuman beroksigen, mengandung bahan alami,ada kandungan vitaminnya, dan lain-lain.

Tapi kok rasanya kita nggak pernah denger
iklan Coca-Cola yang bilang kalo minumannya paling enak dan paling menyegarkan?

Nah, untuk menjawab itu, ada satu kisah menarik dalam sejarah persaingan Coca-Cola melawan Pepsi Di tahun 1975, Pepsi ngadain kampanye blind test dengan minta orang-orang minum 2 cola tanpa merk
dan milih mana yang lebih enak Hasilnya, lebih banyak orang yang milih Pepsi
dibanding Coca-Cola

Melihat hasil itu, pihak manajemen Coca-Cola berusaha keras bikin formula baru yang lebih enak dibanding Pepsi

Berdasarkan hasil riset internal Coca-Cola
terhadap 200 ribu orang responden
mereka berhasil menemukan formula rasa baru yang terbukti secara blind test lebih enak daripada rasa original, dan juga
lebih enak dari Pepsi.

Produk baru itu dinamakan dengan 'The New Coke'Hasilnya gimana? Ternyata, bukannya
produknya makin laku, malah sebaliknya
Banyak konsumen Coca-Cola yang protes keras dan minta Coca-Cola supaya mengembalikan rasa Coca-Cola yang original.

Protes itu bener-bener besar, bahkan kantor
Coca-Cola sampe nerima ribuan telepon setiap hari yang berisi protes supaya Coca-Cola segera menghentikan produksi New Coke dan balik lagi ke rasa yang dulu

Lho, kok bisa gitu ya, padahal kan udah terbukti secara blind test kalau rasa New Coke itu lebih enak dibanding Coca-Cola yang original?

seorang peneliti neuromarketing bernama Dr. Terry Wu pernah bilang konsumen beli Coca-Cola bukan karena rasanya tapi karena hubungan emosional konsumen dengan
dengan brand-nya.

Brand Coca-Cola yang udah beredar selama lebih dari 100 tahun ternyata udah melekat sangat erat di dalam memori para konsumennya.

Brand Coca-Cola itu tidak sebatas
pada rasa di lidah doang tapi juga pada pengalaman emosional yang terbangun di dalam memori banyak orang selama puluhan tahun.

Di mana lagi-lagi, ada asosiasi yang melekat pada brand Coca-Cola seperti rasa kebersamaan, keceriaan, dan kesegaran

Nah, mungkin beberapa kisah ini yang
menginspirasi Steve Jobs dalam merintis Apple sebagai salah satu perusahaan terbesar di dunia saat ini.

Makanya di era Steve Jobs, Apple yang notabene perusahaan teknologi justru relatif jarang menampilkan iklan yang mengupas keunggulan spek atau perbandingan kualitas dengan para pesaingnya

Apple itu justru lebih fokus pada branding Sehingga saat ini Apple lebih sering diasosiasiin sebagai bagian dari lifestyle yang elegan, stylish, dan teknologi terbaru yang inovatif.

Marty Neumeier, seorang expert di bidang brand pernah bilang seperti ini:

Brand adalah sebuah hasil itu adalah "pengalaman emosional" konsumen terhadap produk, jasa, atau perusahaan
itu bersemayam di dalam pikiran dan hati mereka.

mereka (konsumen) mencerna informasi apapun yang kamu berikan kepada mereka
dan mereka (konsumen) menyimpulkan sesuatu. mereka membuat dan merumuskan itu (brand)

jadi ketika kamu membuat sebuah brand, kamu sebetulnya tidak hanya menciptakan 1 brand

kamu menciptakan "jutaan" (banyak) brand, tergantung berapa banyak konsumen atau audiens kamu.setiap (konsumen) memiliki persepsi brand yang berbeda-beda tentang kamu.

Perasaan emosional yang terbangun ketika
aku berpikir tentang brand KFC.aku bakal ngebayangin kriuk,renyahnya kulit ayam goreng.

Kalo aku lagi mikirin brand Indomie aku membayangkan gurih bumbunya, dan
kehangatan mi kuah dengan telor.Itulah yang dimaksud Marty Neumeier sebagai 'gut feeling' atau pengalaman emosional

Sekarang, buat kamu yang lagi merintis usaha, bangun bisnis,atau mungkin lagi produk UMKM mungkin berpikir"Ah, itu kan cuma berlaku buat brand besar doang,
buat usaha kecil sih yang penting
fokus jualan aja"

Sebetulnya, semua produk atau brand itu
pasti dimulai dari kecil dulu Mungkin banyak di antara kamu yang tidak tau kalau brand tas outdoor kayak Eiger itu adalah brand lokal buatan Indonesia.

yang dimulai dari home industry kecil-kecilan
dan cuma bermodalkan 2 mesin jahit di Bandung,tahun 1979 oleh Pak Ronny Lukito
Begitu juga dengan brand-brand lokal Indonesia lain kayak baju Joger yang nyeleneh dari Bali.

donat J.Co dengan banyak varian rasa
atau kripik pedas Maicih yang mempopulerkan level pedas dari 0 sampai 10 Nah, buat kamu yang saat ini mungkin lagi mengembangkan brand buatlah asosiasi kuat pada produk kamu Sampaikan itu pada desain,copywriting, corak warna,
bentuk teks, cara komunikasi, packaging, dll.

Sampe itu bisa melekat kuat pada pengalaman emosional para konsumen kamu, itulah Hal penting yang harus kamu perhatikan tentang kekuatan dari sebuah brand,serta Meningkatkan Maupun Mengembangkan  Sebuah Brand Pada Produk dalam Bisnis Maupun Usaha 

Semoga Artikel ini bisa bermanfaat buat kamu,khususnya buat kamu yang punya Bisnis atau usaha sendiri.

Tag:membangun sebuah brand

Share this:



Comments

Popular Posts

Tidak Ada Di Playstore Inilah Aplikasi Penghasil Uang Di Android Terbaru 2020/2021

Langkah-langkah Cara Mencairkan Penghasilan Di Anchor.Fm

Website Penghasil Uang Dolar Langsung Ke Rekening Lokal Terbaru 2020

Mengenal Tumbuhan Porang Dan Manfaatnya

Pengertian,Fungsi,Dan Kegunaan Kripto Atau Crypto